KEHIDUPAN MASYARAKAT ISLAM DI NAGARI KURAI TAJI PARIAMAN PADA MASA PEMBERONTAKAN PRRI 1958-1961
DOI:
https://doi.org/10.30631/nazharat.v32i2.263Keywords:
PRRI, Kurai Taji, Tarekat Syattariyah, Muhammadiyah, Masyarakat IslamAbstract
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya memahami kondisi sosial dan keagamaan masyarakat Nagari Kurai Taji pada masa pemberontakan Pemerintahan Revolusioner Republik Indonesia (PRRI) tahun 1958–1961. Sebagai salah satu nagari di Pariaman, Kurai Taji memiliki keragaman dalam praktik keagamaan yang mencerminkan dinamika Islam lokal antara tradisi tarekat dan gerakan modernis. Konflik PRRI tidak hanya berdampak pada aspek politik dan militer, tetapi juga turut memengaruhi kehidupan sosial keagamaan masyarakat. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana perubahan kondisi sosial dan keagamaan masyarakat Kurai Taji sebelum dan selama pemberontakan PRRI Penelitian ini menggunakan metode penelitian sejarah dengan tahapan, 1) Heuristik, pengumpulan sumber primer seperti arsip dokumen yaitu manuskrip yang ditulis oleh Kasim Munafy anggota Masyumi Padang Pariaman, serta wawancara dengan tokoh masyarakatdan sumber sekunder berupa wawancara dengan orang yang mengetahui peristiwa di Kurai Taji ini secara lisan maupun tulisan, kemudian buku-buku dan karya ilmiah terkait 2) Kritik sumber, yakni penilaian terhadap keaslian dan kredibilitas sumber; 3) Interpretasi, yaitu penafsiran terhadap fakta sejarah yang diperoleh; dan 4) Historiografi, yaitu penyusunan narasi sejarah berdasarkan hasil penelitian yang sesuai dengan pedoman penulisan karya ilmiah Program Studi Sejarah dan Peradaban Islam, UIN Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebelum PRRI, kehidupan sosial keagamaan masyarakat Kurai Taji berjalan harmonis meskipun terdapat perbedaan paham antara tarekat Syattariyah dan Muhammadiyah. Namun saat PRRI berlangsung, kehidupan masyarakat mengalami gangguan signifikan.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Arief Rahman Hakim, Melia Afdayeni

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.











